Banyak pemula gagal di baris pertama bukan karena tekniknya salah, tetapi karena benang yang dipakai licin, mudah terurai, atau terlalu tipis untuk jari yang belum terbiasa. Cara memilih kain untuk merajut pemula berpijak pada tiga hal: jenis serat, ketebalan benang, dan ukuran jarum yang cocok. Pilih kombinasi ini dengan tepat, dan latihan dasar seperti tusuk rantai serta tusuk tunggal akan lebih mudah diselesaikan.
Kenali Dulu Jenis Serat Benang
Serat menentukan tekstur permukaan, elastisitas, dan cara benang bereaksi saat ditarik. Untuk latihan awal, hindari benang yang terlalu licin atau berbulu lebat karena keduanya menyulitkan pemula melihat bentuk tusukan.
- Kapas: permukaannya agak kesat sehingga jarum tidak mudah lepas. Rajutan kapas tidak melar, cocok untuk taplak, kantong, dan alas gelas.
- Akrilik: murah, ringan, dan tersedia dalam banyak warna. Seratnya sedikit berbulu, jadi sambungan benang tidak terlihat mencolok.
- Wol: hangat dan elastis, tetapi permukaannya cenderung menjalin sehingga sulit dibongkar ulang saat ada kesalahan.
- Campuran: campuran katun dan akrilik memberi kestabilan bentuk sekaligus harga yang lebih ramah.
Lihat juga label benang untuk mengetahui cara perawatannya. Benang yang tidak boleh dicuci mesin akan merepotkan jika dipakai membuat pakaian anak yang sering terkena noda.
Pilih Ketebalan yang Sesuai Tingkat Kemampuan
Benang dijual dalam berbagai ukuran, dari yang sangat halus untuk renda hingga yang tebal untuk syal. Untuk pemula, ukuran sedang atau biasa disebut worsted adalah pilihan paling aman. Benang jenis ini cukup besar sehingga tusukan mudah dihitung, tetapi tidak terlalu tebal sampai tangan cepat lelah.
Benang yang sangat tipis seperti untuk merenda renda memerlukan jarum kecil dan ketelitian tinggi. Hasilnya memang halus, tetapi satu tusukan yang terlewat akan sulit diperbaiki. Sebaliknya, benang raksasa memang cepat menghasilkan proyek, tetapi tidak melatih ketelitian tusukan.
Jika baru pertama kali mencoba, beli satu atau dua gulungan benang berukuran sedang dalam warna terang. Warna muda lebih mudah dilihat di bawah cahaya ruangan dibanding warna gelap yang menyamarkan batas antar tusukan.
Sesuaikan Jarum dengan Benangnya
Label benang biasanya mencantumkan rekomendasi ukuran jarum. Angka ini bukan patokan mutlak, tetapi titik awal yang baik. Jika hasil rajutan terasa terlalu kaku dan rapat, naikkan satu ukuran jarum. Jika lubang antar tusukan terlalu lebar sampai isi bantal bisa terlihat, turunkan satu ukuran.
Untuk merajut, jarum lurus berukuran sedang paling nyaman bagi pemula. Jarum melingkar lebih serbaguna karena bisa dipakai untuk proyek datar maupun bulat, tetapi kabel plastiknya kadang menggulung saat masih baru. Cobalah beberapa jenis jarum untuk mengetahui mana yang paling pas di tangan.
Uji dengan Contoh Kecil Sebelum Mulai Proyek
Sebelum menghabiskan banyak benang, rajut contoh berukuran sekitar 15 kali 15 sentimeter. Contoh ini menunjukkan bagaimana benang berperilaku setelah beberapa baris, apakah melar, berbulu, atau berubah bentuk.
- Cetak 20 tusuk rantai, lalu rajut 20 baris tusuk tunggal.
- Ukur lebar dan tinggi hasilnya menggunakan penggaris.
- Cuci contoh sesuai petunjuk label, lalu ukur lagi setelah kering.
- Bandingkan kedua ukuran untuk melihat seberapa besar perubahan bentuknya.
Langkah ini juga membantu menghitung kebutuhan benang. Jika satu gulungan hanya menghasilkan setengah dari contoh, kebutuhan untuk proyek penuh bisa diperkirakan dari situ.
Simpan dan Rawat Benang dengan Benar
Benang yang disimpan sembarangan mudah kusut dan berdebu. Gulung kembali sisa benang menjadi bola longgar, lalu simpan dalam wadah tertutup bersama penyerap kelembapan. Hindari menyimpan benang di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena warna bisa pudar.
Saat merajut, tarik benang dari bagian tengah gulungan jika memungkinkan. Cara ini menjaga gulungan tetap rapi dan mencegahnya berguling di lantai. Jika benang terurai di tengah proyek, potong bagian yang kusut, lalu sambungkan ujungnya dengan tusukan yang rapat agar simpulnya tidak menonjol.
Sisa benang pendek dari proyek sebelumnya bisa dimanfaatkan untuk latihan tusuk baru. Untuk ide memakai potongan kain dan benang sisa, lihat panduan cara menjahit kain perca jadi taplak meja yang memakai pendekatan serupa dalam mengatur bahan.
Kesalahan Umum Saat Membeli Benang Pertama
Membeli banyak warna sekaligus sering berakhir dengan tumpukan benang yang tidak terpakai. Mulailah dari satu atau dua warna netral, lalu tambah warna lain saat sudah punya rencana proyek yang jelas. Benang murah juga tidak selalu buruk, tetapi periksa apakah seratnya mudah pecah saat ditarik. Jika benang putus hanya dengan tarikan ringan, kemungkinan besar kualitasnya tidak cukup untuk proyek yang sering dipakai.
Ringkasan
Pemula paling cepat berkembang saat memakai benang berukuran sedang, serat yang tidak terlalu licin, dan jarum sesuai rekomendasi label. Buat contoh kecil sebelum memulai proyek besar, simpan sisa benang dengan rapi, dan jangan buru-buru membeli banyak warna. Kombinasi bahan yang tepat membuat latihan tusuk dasar terasa lebih lancar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pemula harus memakai benang kapas atau akrilik?
Keduanya bisa dipakai. Kapas lebih stabil dan tidak melar sehingga cocok untuk barang datar seperti alas gelas. Akrilik lebih ringan dan murah, cocok untuk latihan bervolume besar.
Berapa ukuran jarum yang tepat untuk benang sedang?
Ikuti rekomendasi pada label benang sebagai titik awal. Jika hasil rajutan terlalu kaku, ganti ke jarum satu ukuran lebih besar, lalu bandingkan hasilnya pada contoh kecil.
Apakah benang sisa bisa dicampur dalam satu proyek?
Bisa, asalkan ketebalan dan bahannya mirip. Mencampur benang yang ketebalannya jauh berbeda membuat lebar rajutan tidak rata. Uji dulu pada contoh kecil sebelum memakainya di proyek utama.
Tagged: alat rajut benang kerajinan kain merajut pemula