Belajar sulam dasar untuk pemula sebaiknya dimulai dari kain tenun yang tidak melar, benang katun, dan satu tusuk lurus yang dilatih berulang. Tujuh langkah di bawah ini disusun berurutan supaya kamu tidak melompat ke tusuk hias sebelum tangan terbiasa mengatur ketegangan benang.
1. Siapkan kain yang permukaannya rata
Kain tenun dengan anyaman rapat paling aman untuk latihan pertama. Katun blacu, linen tipis, atau kain serat campuran bekerja baik karena lubang anyamannya terlihat jelas sehingga jarum mudah masuk di titik yang sama berulang kali.
Hindari kain rajutan dan kain bermotif besar saat baru mulai. Kain rajutan mudah tertarik dan bentuknya berubah setelah benang sulam menempel, sedangkan motif besar membuat garis sulaman sulit dipantau. Kalau kamu punya sisa kain rajut, simpan dulu untuk proyek lain seperti yang dibahas di cara memilih kain untuk merajut pemula.
Potong kain ukuran 20 x 20 cm. Ukuran ini cukup untuk beberapa baris latihan dan masih nyaman dipegang tanpa hoop.
2. Pasang kain di hoop dengan tegangan sedang
Buka sekrup hoop, letakkan kain di atas ring dalam, lalu tekan ring luar sampai kain terjepit merata. Kencangkan sekrup sampai kain terasa seperti drum, tidak kendur, tetapi seratnya belum tertarik sampai berubah bentuk.
Kain yang terlalu kencang membuat lubang jarum melebar dan sulit ditutup. Kain yang terlalu longgar membuat tusuk bergelombang saat benang ditarik. Uji dengan menekan permukaan kain pakai jari: harus memantul sedikit, bukan kaku.
3. Pilih benang dan pisahkan sesuai kebutuhan
Benang sulam katun biasanya terdiri dari enam helai yang bisa dipisah. Untuk latihan tusuk dasar, gunakan dua sampai tiga helai saja. Semakin banyak helai, semakin tebal garis, tetapi tusuk jadi lebih sulit diatur rapi di kain tipis.
Potong benang sekitar 40 cm. Benang panjang cenderung kusut dan berbulu karena terus bergesekan dengan kain saat ditarik ulang.
- Dua helai: garis halus untuk detail kecil dan tulisan.
- Tiga helai: garis sedang, paling nyaman untuk latihan tusuk dasar.
- Enam helai: garis tebal, cocok untuk mengisi bidang, kurang tepat untuk kain tipis.
4. Masukkan benang ke jarum dan buat simpul awal
Jarum sulam punya lubang lebih besar dan ujung sedikit tumpul, berbeda dari jarum jahit mesin. Ujung tumpul membantu jarum melewati celah anyaman tanpa memotong serat kain.
Masukkan benang, tarik sampai kedua ujungnya sama panjang, lalu ikat simpul kecil di ujung. Simpul besar akan membentuk benjolan yang menonjol dari sisi belakang. Alternatifnya, tinggalkan ekor benang 5 cm di belakang kain dan tahan dengan jari sampai tiga tusuk pertama selesai.
5. Latih tujuh tusuk dasar secara berurutan
Kerjakan satu tusuk sampai bentuknya konsisten sebelum pindah ke tusuk berikutnya. Setiap tusuk punya ritme tangan sendiri, dan mencampur semuanya dalam satu sesi latihan membuat tangan sulit mengingat polanya.
Tusuk lurus (running stitch)
Tusukkan jarum naik, lalu turun pada jarak yang sama, dan ulangi. Jaga panjang tusuk tetap seragam, sekitar 3 mm. Ini tusuk paling mudah untuk melatih jarak.
Tusuk balik (backstitch)
Naikkan jarum sedikit di depan titik awal, lalu tusukkan ke belakang tepat di ujung tusuk sebelumnya. Hasilnya garis sambung tanpa celah. Tusuk ini dipakai untuk membuat garis tepi dan tulisan.
Tusuk rantai (chain stitch)
Naikkan jarum, buat satu tusuk lurus, lalu naikkan jarum lagi di dalam lingkaran benang yang baru terbentuk. Tahan benang dengan jari supaya lingkarannya tidak mengecil saat ditarik.
Tusuk tangkai (stem stitch)
Kerjakan miring sedikit, bukan tegak lurus, dan selalu naikkan jarum di sisi yang sama. Hasilnya garis melingkar seperti tali. Tusuk ini sering dipakai untuk batang bunga dan lengkungan.
Tusuk daun (lazy daisy)
Buat satu lingkaran seperti tusuk rantai, lalu kunci ujungnya dengan satu tusuk kecil. Ulangi mengelilingi satu titik untuk membentuk kelopak bunga.
Tusuk simpul Prancis (French knot)
Lilitkan benang dua kali di jarum, lalu tusukkan jarum ke kain tepat di sebelah titik masuknya. Tahan benang sampai simpul mengunci. Jangan lilit lebih dari tiga kali karena simpul akan sulit ditarik.
Tusuk satin (satin stitch)
Isi bidang dengan tusuk lurus berdempetan, mulai dari tepi. Jaga ketegangan benang tetap sama sepanjang pengisian supaya permukaannya rata. Bidang kecil lebih mudah diisi rapi daripada bidang lebar.
6. Periksa sisi belakang setiap selesai satu tusuk
Balik hoop dan lihat bagian belakang kain. Benang yang melompat jauh antar tusuk akan terlihat di sisi depan saat kain diterawang, terutama pada kain tipis. Potong dan mulai ulang jika lompatan lebih dari 2 cm.
Simpul di sisi belakang sebaiknya dihindari karena akan menonjol setelah karya dibingkai atau dipasang di permukaan datar. Sebagai gantinya, selipkan ekor benang di bawah beberapa tusuk yang sudah jadi.
7. Cuci, keringkan, dan setrika karya latihan
Rendam kain dalam air dingin tanpa sabun keras selama beberapa menit, lalu bilas. Jangan gosok area sulaman. Keringkan dengan cara ditelentangkan di atas handuk, jangan diperas.
Setrika dari sisi belakang di atas alas handuk, dengan suhu sesuai bahan kain. Jangan langsung menekan setrika ke permukaan sulaman karena tusuk akan gepeng dan kehilangan teksturnya.
Kesalahan yang sering terjadi di awal
- Benang terlalu panjang sehingga kusut dan berbulu di tengah jalan.
- Kain dipasang terlalu longgar, tusuk jadi bergelombang.
- Terlalu banyak helai benang pada kain tipis, lubang jarum tidak menutup.
- Melompat ke tusuk hias sebelum tusuk lurus dan balik stabil.
Ringkasan
Mulai dari kain tenun rapat, hoop dengan tegangan sedang, dan benang dua sampai tiga helai. Latih tusuk lurus dan tusuk balik lebih dulu, baru lanjut ke tusuk hias. Periksa sisi belakang setiap selesai satu tusuk, lalu rawat hasilnya dengan pencucian dan penyetrikaan yang benar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah harus pakai hoop untuk belajar sulam?
Tidak wajib, tetapi hoop membantu menjaga kain tetap tegang sehingga tusuk lebih rata. Tanpa hoop, kain cenderung ikut tertarik saat benang ditarik, terutama pada kain tipis.
Berapa helai benang yang tepat untuk pemula?
Dua sampai tiga helai sudah cukup untuk sebagian besar latihan tusuk dasar pada kain katun atau linen. Sesuaikan jumlah helai dengan ketebalan kain: kain tipis butuh lebih sedikit helai.
Bagaimana cara menyembunyikan ujung benang tanpa simpul?
Tinggalkan ekor benang 5 cm di sisi belakang, tahan dengan jari saat tiga tusuk pertama dikerjakan, lalu selipkan ekor tersebut di bawah tusuk-tusuk yang sudah jadi menggunakan jarum. Cara ini membuat sisi belakang lebih rata dan rapi.
Tagged: kerajinan kain menyulam pemula sulam tusuk dasar
