Pola dasar adalah peta tubuh sebelum kain dipotong. Tanpa pola, potongan kain hanya menebak ukuran, dan kesalahan kecil di tahap ini sulit diperbaiki saat menjahit. Panduan ini membahas cara membuat pola dasar menjahit untuk pemula memakai ukuran badan sendiri, mulai dari alat yang perlu disiapkan sampai memotong kain.
Alat dan bahan sebelum mulai
Siapkan semuanya di meja datar supaya proses mengukur tidak terputus. Meja makan atau lantai yang rata lebih baik daripada permukaan empuk seperti kasur.
- Pita ukur kain yang lentur, panjang minimal 150 cm.
- Kertas pola, bisa kertas roti, kertas dorslag, atau kertas bekas yang lebar.
- Pensil 2B dan penghapus.
- Penggaris panjang 50 cm dan penggaris lengkung (French curve) bila ada.
- Gunting kertas dan gunting kain yang berbeda.
- Kain katun tanpa elastis untuk latihan pertama.
Untuk latihan awal, pilih kain katun polos berwarna terang. Motif garis atau kotak membantu mengecek apakah butir kain sejajar dengan pola, tapi polos lebih mudah saat kamu masih belajar membaca arah serat.
Mengukur badan dengan benar
Minta bantuan orang lain untuk mengukur lingkar, terutama lingkar badan dan lingkar pinggang. Pita ukur menempel rata di badan, tidak ditarik kencang dan tidak menggantung longgar. Kenakan pakaian tipis yang biasa dipakai sehari-hari.
Catat ukuran berikut dalam sentimeter:
- Lingkar badan: keliling bagian paling penuh di dada.
- Lingkar pinggang: keliling bagian tersempit di atas pusar.
- Lingkar pinggul: keliling bagian terlebar di bawah pinggang.
- Panjang punggung: dari tulang leher belakang sampai garis pinggang.
- Panjang lengan: dari ujung bahu sampai pergelangan, dengan lengan sedikit menekuk.
- Lebar bahu: dari ujung bahu kiri ke ujung bahu kanan melewati tulang leher.
Tulis semua angka di satu lembar kertas dan simpan. Ukuran ini akan dipakai lagi setiap kali kamu membuat pola baru, jadi tidak perlu mengulang pengukuran dari awal.
Menggambar pola dasar badan
Pola dasar badan dibuat setengah badan karena kain dilipat dua saat dipotong. Mulai dari garis bantu vertikal sepanjang panjang punggung ditambah 10 cm untuk ruang gerak.
Garis bantu dan kerangka
Buat garis horizontal di bagian atas untuk garis leher, lalu garis horizontal lain di bagian bawah untuk garis pinggang. Dari garis atas, ukur turun sebesar panjang punggung dan tarik garis pinggang. Tambahkan garis bantu untuk lingkar badan dan lingkar pinggul sesuai urutan turunnya.
Membentuk kerung lengan dan leher
Kerung lengan digambar memakai penggaris lengkung. Mulai dari ujung bahu, turun sekitar 4 cm, lalu melengkung ke arah ketiak. Untuk leher, ukur 7 cm dari titik tengah ke arah bahu dan 2 cm ke bawah untuk leher belakang; leher depan biasanya lebih dalam, sekitar 7 cm ke bawah.
Beri jarak 1,5 cm di sekeliling garis pola untuk kampuh jahitan. Tanpa kampuh, kain akan kekurangan bahan saat dijahit dan pola tidak bisa dipakai.
Memeriksa pola sebelum dipotong
Sebelum gunting menyentuh kain, bandingkan hasil gambar dengan ukuran badan. Lingkar setengah pola dikali dua harus mendekati lingkar badan asli ditambah ruang gerak 4 sampai 6 cm. Selisih lebih dari 2 cm berarti ada garis yang perlu digeser.
Tempelkan pola kertas ke badan memakai selotip kertas di beberapa titik dan lihat apakah garis leher serta kerung lengan sudah masuk akal. Koreksi di kertas jauh lebih murah daripada mengulang potong kain. Kalau kamu berencana menjahit pakaian jadi, latihan memeriksa pola ini membantu saat mengikuti panduan seperti cara menjahit lengan baju langkah demi langkah.
Meletakkan pola di atas kain
Lipat kain dua dengan sisi kanan menghadap ke dalam. Letakkan sisi lurus pola tepat di lipatan kain, bukan di tepi kain. Arah serat kain, yaitu benang lurus yang sejajar tepi kain, harus sejajar dengan garis tengah pola.
Sematkan pola memakai jarum pentul di beberapa titik, lalu gunting mengikuti garis kampuh. Beri takik kecil di titik tertentu, misalnya di tengah lingkar leher, supaya kamu tahu mana bagian depan dan belakang saat menyatukan potongan.
Kalau ingin memakai sisa kain kecil untuk proyek lain, sisa potongan ini bisa diolah mengikuti ide kerajinan kain perca untuk pemula.
Latihan menjahit pola pertama
Jahit bagian bahu terlebih dahulu, lalu sisi badan. Gunakan setikan lurus dengan panjang jahitan sedang. Setrika kampuh terbuka setelah setiap sambungan supaya hasilnya rata dan mudah diperiksa.
Setelah bentuk dasarnya jadi, coba pas di badan dan tandai bagian yang masih longgar atau terlalu ketat. Perbaikan ini biasanya cukup dengan mengurangi atau menambah 1 sampai 2 cm di sisi badan. Pola kertas asli bisa kamu simpan sebagai acuan, sedangkan perubahan dicatat di lembar terpisah.
Kebiasaan memeriksa hasil jahitan sebelum melanjutkan ke proyek berikutnya juga berguna saat melatih keterampilan lain yang butuh ketelitian berulang, misalnya latihan rutin yang dibahas dalam panduan latihan rutin untuk pesulap pemula.
Ringkasan
Pola dasar dibuat dari ukuran badan sendiri, digambar di kertas dengan kampuh 1,5 cm, lalu dipotong pada kain yang sudah dilipat. Periksa pola di badan sebelum memotong kain, dan simpan pola kertas supaya bisa dipakai ulang untuk proyek jahit berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa ukuran kampuh jahitan yang aman untuk pemula?
1,5 cm cukup untuk sebagian besar jahitan lurus dan memberi ruang koreksi bila hasilnya kurang pas. Untuk bagian yang melengkung tajam, seperti kerung lengan, kampuh 1 cm lebih mudah dijahit.
Apakah pola bisa dibuat tanpa penggaris lengkung?
Bisa. Gunakan penggaris panjang yang ditekuk perlahan mengikuti bentuk kerung, atau gambar lengkungan dengan tangan lalu periksa hasilnya memakai pita ukur. Bentuk lengkung yang halus lebih penting daripada alat yang dipakai.
Kain apa yang cocok untuk latihan pola pertama?
Katun tanpa elastis dengan gramasi sedang, seperti katun poplin atau katun biasa untuk kemeja. Kain ini tidak melar saat dijahit sehingga kesalahan pola mudah terlihat dan tidak tertutup oleh kelenturan bahan.