Tas rajut yang kokoh dan rapi bergantung pada bahan yang kamu pilih sebelum mulai merenda. Tiga pilihan yang paling sering dipakai pemula adalah benang katun, benang polyester, dan kain perca potong. Masing-masing memberi tekstur, kekuatan, dan tingkat kesulitan berbeda saat dikerjakan.
Kriteria yang Dipakai untuk Membandingkan
Perbandingan ini memakai empat ukuran praktis: seberapa mudah bahan dikuasai tangan pemula, kekuatan saat tas dipakai harian, kerapian jahitan yang dihasilkan, dan perawatan setelah tas selesai.
- Kemudahan: apakah benang mudah dijangkau kait dan tidak mudah terurai.
- Kekuatan: kemampuan menahan beban dan gesekan saat dipakai.
- Kerapian: seberapa rata jahitan dan apakah bahan mudah melar.
- Perawatan: cara mencuci dan menjemur tanpa mengubah bentuk tas.
1. Benang Katun untuk Hasil Rapi
Benang katun mudah ditemukan di toko kerajinan dan tersedia dalam banyak warna. Seratnya tidak licin sehingga jarum atau kait mencengkeram dengan baik, dan jahitan cenderung rata.
Kelemahannya, katun menyerap air lebih cepat. Tas yang sering terkena hujan atau diletakkan di lantai lembap bisa berbau jika tidak segera dikeringkan. Untuk tas belanja atau tas tangan harian, katun masih pilihan aman karena ringan dan tidak kaku.
Pemula yang sedang mempelajari teknik dasar merenda bisa mulai dari katun sebelum beralih ke bahan lain. Pola dasar merajut yang dijelaskan di panduan memilih kain untuk merajut pemula juga berlaku untuk tas, terutama soal ketebalan benang dan ukuran kait.
2. Benang Polyester untuk Tas Beban Berat
Polyester lebih kuat menahan gesekan dan tidak mudah melar. Tas rajut dari polyester cocok untuk tas belanja, tas pasar, atau tas yang sering dibawa bepergian.
Bahan ini sedikit lebih licin di tangan. Pemula mungkin perlu beberapa baris pertama untuk terbiasa menjaga tegangan benang agar jahitan tidak longgar. Setelah terbiasa, polyester menghasilkan permukaan yang lebih padat.
Polyester juga cepat kering setelah dicuci, jadi tas tidak perlu dijemur lama. Hindari menyetrika langsung di permukaan rajutan karena serat bisa mengeras atau meleleh.
3. Kain Perca Potong untuk Tas Bergaya Patchwork
Kain perca bekas jahitan bisa dipotong memanjang lalu dirajut atau dijahit menjadi panel tas. Bahan ini cocok jika kamu ingin tampilan warna-warni dan memanfaatkan sisa kain di rumah.
Kekuatannya bergantung pada jenis kain asal. Potongan dari kain katun tebal lebih kuat dibanding sisa kain kaos yang tipis dan mudah melar. Ujung potongan perlu disimpul rapat agar tidak terurai saat ditarik.
Proyek perca cocok dikerjakan bersama pemula yang sudah bisa menjahit dasar. Teknik menyambung potongan kecil menjadi bidang lebih besar mirip dengan langkah pada cara menjahit kain perca jadi taplak meja, hanya ukurannya disesuaikan dengan badan tas.
Tabel Perbandingan Singkat
| Bahan | Kemudahan untuk Pemula | Kekuatan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Benang katun | Tinggi, serat mudah dipegang | Sedang | Tas tangan, tas belanja ringan |
| Benang polyester | Sedang, perlu latihan tegangan | Tinggi | Tas beban berat, tas bepergian |
| Kain perca potong | Rendah sampai sedang | Bergantung kain asal | Tas bergaya patchwork, proyek sisa kain |
Alat Pendukung yang Sama untuk Ketiga Bahan
Kait atau jarum yang dipakai menyesuaikan ketebalan bahan. Kait logam dengan ujung agak tumpul lebih aman untuk kain perca karena tidak mudah menusuk serat dan membuatnya terurai.
Jika setelah tas selesai kamu ingin menambahkan lapisan dalam dari kain, mesin jahit rumah tangga sudah cukup. Pilih jarum yang sesuai dengan ketebalan kain pelapis agar jahitan tidak melompat, seperti dijelaskan di panduan jenis jarum mesin jahit.
Untuk latihan di sela waktu luang, bahan sisa dari tas rajut juga bisa dipakai membuat kerajinan kecil lain. Beberapa ide ringan ada di kumpulan kerajinan kain flanel untuk pemula yang bisa dikerjakan tanpa mesin jahit.
Menyimpan Sisa Bahan agar Tidak Kusut
Benang dan potongan kain yang disimpan sembarangan mudah tersangkut dan kusut. Gulung sisa benang pada potongan karton, lalu simpan dalam wadah tertutup. Potongan kain perca sebaiknya diikat per warna agar mudah dicari saat mulai proyek berikutnya.
Kebiasaan merapikan sisa bahan ini juga berguna saat kamu mengerjakan proyek kain lain yang butuh potongan kecil, misalnya latihan membuat hiasan sederhana dengan alat rumah tangga seperti pada trik sulap dengan alat rumah tangga untuk pemula yang memanfaatkan kain sebagai properti.
Ringkasan
Benang katun paling mudah dikuasai pemula dan menghasilkan jahitan rapi. Polyester lebih kuat untuk tas yang sering dipakai membawa beban. Kain perca potong memberi tampilan unik dan memanfaatkan sisa kain, dengan syarat potongan cukup tebal dan ujungnya disimpul rapat. Pilih bahan sesuai fungsi tas yang ingin kamu buat, bukan sekadar warna yang menarik saat dilihat di toko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak benang yang dibutuhkan untuk satu tas rajut?
Jumlahnya bergantung pada ukuran tas dan ketebalan benang. Untuk tas tangan kecil, satu hingga dua gulung benang katun ukuran sedang biasanya cukup. Sebaiknya beli satu gulung lebih sebagai cadangan agar warna tetap sama jika kurang.
Bisakah kain perca dari kaos dipakai untuk tas rajut?
Bisa, tetapi kaos tipis mudah melar sehingga tas cepat berubah bentuk. Jika tetap ingin memakainya, potong lebih lebar dan padukan dengan bahan yang lebih kuat pada bagian dasar tas.
Bagaimana cara mencuci tas rajut agar tidak melar?
Cuci dengan tangan memakai sabun lembut, jangan diperas kuat, lalu keringkan dengan cara dibentangkan di tempat datar dan berangin. Hindari menjemur dengan cara digantung saat tas masih basah karena berat air bisa menarik rajutan ke bawah.
Tagged: kain pemula perbandingan rajut tas


