Jenis jarum mesin jahit dan fungsinya dibedakan dari bentuk ujung, posisi mata jarum, dan nomor ukurannya. Jarum yang salah pasang sering jadi penyebab jahitan melompat, benang putus, atau kain berlubang bekas tusukan. Tabel dan penjelasan berikut membandingkan jarum yang paling sering dipakai di mesin jahit rumah tangga supaya kamu bisa memilih tanpa menebak-nebak.
Bagian jarum yang menentukan hasil jahitan
Ada empat bagian jarum yang membedakan satu jarum dengan jarum lain.
- Ujung: tajam untuk kain tenun, atau bulat sedikit (ball point) untuk kain rajut.
- Mata jarum: lubang tempat benang lewat. Bisa menghadap ke depan, sedikit menyamping, atau berukuran lebih besar untuk benang tebal.
- Alur: cekungan kecil di belakang mata yang membantu pengait mesin menangkap benang.
- Nomor ukuran: makin besar angkanya, makin tebal dan panjang jarumnya. Jarum nomor 60 lebih halus dari nomor 100.
Keempatnya bekerja bersamaan. Jarum dengan ujung tajam tapi nomor terlalu kecil akan bengkok saat menembus denim. Jarum ball point dengan nomor terlalu besar malah membuat kain kaos melebar di bekas jahitan.
Perbandingan jenis jarum berdasarkan bahan
Cara paling praktis adalah mencocokkan jarum dengan jenis kain yang paling sering kamu jahit. Tabel berikut merangkum perbandingannya.
| Jenis jarum | Cocok untuk | Nomor umum |
|---|---|---|
| Universal (sharp) | Katun, linen, rayon, polyester tenun | 70/10 sampai 90/14 |
| Ball point | Kaos, jersey, rib, kain rajut | 70/10 sampai 90/14 |
| Stretch | Kain elastis, spandex, lycra | 75/11 sampai 90/14 |
| Jeans/denim | Denim, kanvas, kain tebal | 90/14 sampai 110/18 |
| Leather | Kulit samak, kulit imitasi | 90/14 sampai 110/18 |
| Microtex | Kain satin, batik halus, kain berlapis | 60/8 sampai 80/12 |
Jarum universal
Jarum ini paling banyak dijual dan biasanya sudah terpasang saat mesin baru dibeli. Ujungnya tajam dengan mata menghadap sedikit ke kiri. Pakai untuk kain tenun seperti katun, linen, atau rayon. Kalau kamu baru mulai menjahit, satu jarum universal nomor 80 cukup untuk latihan dasar.
Jarum ball point
Ujungnya bulat tumpul sehingga menembus sela-sela serat kain rajut tanpa memutus benangnya. Ini jarum yang tepat untuk kaos, kaus kaki, atau kain jersey. Memakai jarum universal di kain rajut bikin benang kain putus dan muncul lubang kecil yang lama-lama melebar.
Jarum stretch
Mirip ball point, tetapi alurnya lebih dalam dan matanya sedikit lebih kecil. Fungsinya mencegah lompatan jahitan pada kain yang sangat elastis seperti spandex atau lycra. Kalau kainmu meregang jauh saat ditarik, pilih stretch ketimbang ball point biasa.
Jarum jeans
Batangnya lebih kuat dengan ujung tajam dan tahan tekukan. Didesain untuk menembus denim, kanvas, atau kain berlapis. Gunakan nomor 90 sampai 110. Menjahit denim dengan jarum universal tipis hampir selalu berakhir dengan jarum bengkok atau patah.
Jarum leather
Ujungnya berbentuk bilah seperti mata pisau, bukan runcing. Bentuk ini membuat jarum mengiris masuk ke kulit, bukan menusuk. Karena itu, bekas tusukan tidak bisa hilang kalau kamu salah jahit. Selalu uji di potongan sisa dulu.
Jarum microtex
Batangnya ramping dengan ujung sangat tajam. Cocok untuk kain yang mudah tertarik benangnya, seperti satin atau kain batik halus. Jenis ini juga membantu saat menjahit beberapa lapis kain tipis sekaligus.
Cara memilih nomor jarum sesuai ketebalan kain
Setelah jenis jarum ditentukan, langkah berikutnya memilih nomornya. Aturan sederhananya: makin tipis kain, makin kecil nomor jarum.
- Kain tipis seperti sifon, chiffon, atau batiste: nomor 60/8 sampai 70/10
- Kain sedang seperti katun, linen, rayon: nomor 80/12
- Kain agak tebal seperti korduroi atau denim tipis: nomor 90/14
- Kain tebal seperti denim berat atau kanvas: nomor 100/16 ke atas
Nomor jarum juga harus cocok dengan ukuran benang. Benang jahit serbaguna ukuran 40 biasanya pas dengan jarum nomor 80 sampai 90. Benang yang lebih tebal perlu jarum dengan mata lebih besar supaya benang tidak bergesekan dan putus di lubang jarum.
Kalau kamu mengerjakan proyek dari kain perca, kombinasi jarum universal nomor 80 dan benang serbaguna sudah cukup untuk hampir semua potongan. Panduan menjahit kain perca jadi taplak meja di cara menjahit kain perca jadi taplak meja memakai kombinasi ini karena sisa kain katun umumnya seragam ketebalannya.
Tanda jarum sudah harus diganti
Jarum mesin jahit punya masa pakai. Jarum yang tumpul adalah penyebab paling umum jahitan melompat yang tidak bisa diperbaiki lewat setelan tegangan benang.
- Jahitan mulai melompat padahal setelan mesin tidak berubah
- Muncul bunyi “tik” atau getaran tidak biasa saat jarum menembus kain
- Benang sering putus di dekat jarum, bukan di dekat kumparan
- Ada bekas tusukan besar di kain yang seharusnya halus
- Ujung jarum terasa kesat saat disentuh, atau sudah bengkok sedikit
Ganti jarum setiap 8 sampai 10 jam pemakaian untuk kain biasa, dan lebih sering untuk kain tebal atau bahan sintetis. Menyimpan jarum bekas di kotak terpisah membantu agar tidak tercampur dengan yang masih layak pakai.
Kesalahan yang sering terjadi saat memasang jarum
Arah pemasangan jarum berbeda antar merek mesin. Pada sebagian mesin, sisi datar batang jarum menghadap ke belakang, pada merek lain menghadap ke kiri. Baca buku manual mesinmu, karena memasang terbalik membuat pengait tidak bisa menangkap benang sama sekali.
Kencangkan sekrup penahan jarum dengan kuat, tapi jangan berlebihan sampai ulir sekrup rusak. Setelah jarum terpasang, putar roda mesin perlahan dengan tangan untuk memastikan jarum turun tepat di tengah lubang pelat dan tidak menyentuh sepatu mesin.
Kalau kamu baru mulai belajar, pilih beberapa jarum sekaligus dalam satu paket isi campuran. Biayanya lebih murah dan kamu punya cadangan saat mencoba bahan baru. Untuk latihan menjahit tangan sebelum masuk ke mesin, langkah di 7 langkah belajar sulam dasar untuk pemula melatih kestabilan tangan yang berguna saat menjahit lurus di mesin.
Ringkasan
Jenis jarum mesin jahit dan fungsinya pada dasarnya ditentukan oleh bahan yang kamu jahit. Kain tenun pakai universal, kain rajut pakai ball point atau stretch, kain tebal pakai jeans atau leather, dan kain halus pakai microtex. Sesuaikan nomor jarum dengan ketebalan kain, cocokkan dengan ukuran benang, lalu ganti jarum begitu muncul tanda tumpul.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jarum universal bisa dipakai untuk semua kain?
Tidak. Jarum universal aman untuk kain tenun seperti katun dan linen, tapi kurang cocok untuk kain rajut, kulit, dan denim tebal. Pada kain rajut, ujung tajamnya memutus serat dan membuat lubang melebar. Pada denim tebal, jarum universal tipis mudah bengkok.
Seberapa sering jarum mesin jahit perlu diganti?
Untuk kain sedang seperti katun, ganti setelah sekitar 8 sampai 10 jam pemakaian. Kain tebal atau bahan sintetis membuat jarum lebih cepat tumpul, jadi ganti lebih sering. Kalau jahitan mulai melompat tanpa perubahan setelan, itu tanda paling jelas untuk mengganti jarum.
Apa yang terjadi kalau nomor jarum terlalu kecil untuk kain?
Jarum bisa bengkok atau patah, dan benang sering putus karena bergesekan di mata jarum yang sempit. Kain juga berisiko tertarik masuk ke pelat mesin. Kalau kain terasa berat saat didorong, naikkan nomor jarum sebelum melanjutkan menjahit.
Tagged: jarum jahit menjahit pemula mesin jahit perlengkapan menjahit tips menjahit

