Kerajinan kain flanel untuk pemula cocok dimulai karena kain ini tidak bertiras saat dipotong, sehingga kamu tidak perlu mesin jahit atau teknik finish khusus. Cukup gunakan tusuk feston atau tusuk tikam jejak, dan hasilnya sudah terlihat rapi. Berikut sembilan proyek yang disusun berurutan, dari yang paling sederhana sampai yang menuntut sedikit latihan.
Kenapa Kain Flanel Cocok untuk Proyek Pertama
Flanel adalah kain tenun yang permukaannya berbulu halus. Seratnya saling mengunci, jadi tepi potongan tidak mudah lepas. Kamu bisa memotong bentuk apa pun dan langsung menjahitnya tanpa proses zigzag atau lipatan tepi.
Ketebalannya juga membantu. Kain ini tidak melengkung saat dijahit tangan, dan tidak mudah bergeser dari posisi saat ditusuk jarum. Untuk kamu yang baru belajar, sifat ini mengurangi satu sumber kesalahan yang biasanya bikin frustrasi.
Satu hal yang perlu diperhatikan: flanel cenderung menyusut saat dicuci pertama kali. Kalau proyekmu nanti sering terkena air, rendam kain dalam air hangat, keringkan, lalu setrika sebelum dipotong.
Alat dan Bahan Dasar
- Kain flanel lembaran, minimal dua warna kontras
- Jarum jahit tangan ukuran sedang
- Benang katun atau benang sulam yang warnanya senada kain
- Gunting kain dan gunting kecil untuk memotong benang
- Pinset atau jarum pentul
- Pensil kain atau kapur jahit
- Pola kertas (bisa digambar sendiri di kertas biasa)
1. Gantungan Kunci Bentuk Geometris
Proyek paling sederhana adalah dua lembar flanel dipotong bentuk yang sama, dijahit mengelilingi tepi, lalu diisi sedikit dakron. Bentuk lingkaran, hati, atau segi enam sama-sama mudah.
Jahit dengan tusuk feston, yaitu tusukan yang melingkari tepi kain. Sisakan celah sekitar dua sentimeter untuk memasukkan dakron, lalu tutup celahnya. Pasang ring logam di bagian atas sebelum menjahit penuh, bukan setelahnya, supaya ring terkunci di dalam jahitan.
2. Bros Bunga Sederhana
Potong lima kelopak berbentuk tetes dengan ukuran sama, lalu susun melingkar di atas satu lingkaran kain sebagai alas. Jahit tiap kelopak ke alas dengan tusuk tikam jejak di bagian pangkalnya, bukan di seluruh tepi. Cara ini membuat kelopak tetap bisa sedikit berdiri dan tidak terlihat gepeng.
Tambahkan satu lingkaran kecil di tengah sebagai pusat bunga. Rekatkan peniti bros di sisi belakang alas dengan lem kain, lalu jahit silang di dua titik agar tidak lepas saat dipakai.
3. Sarung Bantal Mini untuk Boneka
Ukuran sekitar 10 x 10 sentimeter sudah cukup untuk boneka atau bantal pajangan. Potong dua persegi, jahit tiga sisinya dari dalam, lalu balik. Isi dakron sampai padat tapi tidak kaku.
Untuk sisi keempat, lipat tepi kain ke dalam sekitar satu sentimeter dan jahit dengan tusuk sembunyi. Tusuk sembunyi menyembunyikan simpul benang di antara lipatan kain, jadi tidak terlihat dari luar.
4. Hiasan Dinding Huruf Inisial
Gambar huruf yang kamu inginkan di kertas, potong sebagai pola, lalu jiplak ke flanel. Pakai huruf dengan bentuk sederhana seperti A, H, atau L. Huruf dengan banyak lengkungan tajam lebih sulit dijahit rapi untuk tangan pemula.
Tempel huruf pada kain latar dengan lem kain, lalu jahit tepinya dengan tusuk feston. Setelah selesai, pasang potongan kayu tipis atau rantai di bagian belakang untuk menggantung.
5. Tempat Pensil Berdiri
Buat tabung dari satu lembar flanel berukuran sekitar 10 x 20 sentimeter. Jahit sisi panjangnya hingga membentuk silinder, lalu jahit alas berbentuk lingkaran di salah satu ujungnya. Balik ke arah luar supaya jahitan ada di dalam.
Supaya tabung bisa berdiri, gunakan dua lapis flanel untuk bagian alas. Lapisan ganda memberi bobot tambahan dan mencegah alas melengkung saat diisi alat tulis.
6. Boneka Jari Karakter Hewan
Boneka jari cocok untuk latihan menjahit bentuk kecil. Potong persegi panjang yang bisa melingkari jari, jahit sisi panjangnya, lalu tutup bagian atas dengan bentuk kepala hewan. Telinga dan mata bisa ditempel setelah badan selesai.
Jahit mata dengan tusuk simpul kecil, bukan tempelan plastik, kalau boneka ini akan dipakai anak-anak. Tempelan kecil berisiko lepas dan mudah hilang.
7. Bros Aplikasi di Kain Polos
Aplikasi berarti menempelkan satu bentuk kain di atas kain lain, lalu menjahit tepinya. Mulai dari bentuk sederhana seperti daun atau bintang. Sematkan bentuk dengan jarum pentul sebelum dijahit supaya tidak bergeser.
Jahit tepi aplikasi dengan tusuk tikam jejak yang rapat. Jarak antar tusukan sekitar dua milimeter membuat tepi terlihat mulus dan tidak bergerigi. Teknik serupa juga dipakai pada belajar sulam dasar untuk pemula, jadi latihan ini sekaligus mengasah keterampilan sulammu.
8. Dompet Koin Lipat
Dompet ini terdiri dari satu lembar flanel panjang yang dilipat menjadi tiga bagian: dua kantong dan satu tutup. Jahit sisi kiri dan kanan kantong, sisakan bagian atas terbuka. Pasang kancing jepret atau kancing kait di bagian tutup.
Supaya dompet tidak mudah melar, gunakan flanel yang agak tebal atau lapisi bagian dalam dengan kain katun tipis. Kamu bisa memakai sisa kain katun dari proyek lain, termasuk potongan kecil yang tersisa dari cara menjahit kain perca jadi taplak meja.
9. Sarung Ponsel Berlapis Busa
Proyek terakhir menggabungkan beberapa teknik yang sudah kamu pelajari: menjahit lurus, membalik kain, dan memasang penutup. Potong dua lembar flanel sesuai ukuran ponsel, tambahkan lapisan busa tipis di antara keduanya.
Jahit tiga sisi, balik, lalu pasang penutup dengan kancing. Busa tipis membantu menahan benturan ringan dan membuat sarung tidak terlihat kempes. Kalau busa sulit didapat, kain flanel dua lapis tambahan sudah cukup memberi ketebalan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
- Jahitan terlalu kencang. Tarik benang secukupnya saja. Menarik terlalu kuat membuat kain mengerut di sekitar jahitan.
- Pola tidak diberi jarak jahitan. Tambahkan sekitar lima milimeter di luar garis pola supaya hasil akhir tidak lebih kecil dari rencana.
- Benang terlalu panjang. Potong sekitar 40 sentimeter. Benang yang terlalu panjang mudah kusut dan menyimpul.
- Warna benang terlalu kontras. Untuk latihan awal, pakai benang yang senada dengan kain agar jahitan yang belum rata tidak terlalu terlihat.
Urutan Latihan yang Disarankan
- Mulai dari gantungan kunci untuk membiasakan tusuk feston.
- Lanjut ke bros bunga untuk melatih menyusun bentuk.
- Coba sarung bantal mini untuk belajar tusuk sembunyi.
- Kerjakan hiasan huruf untuk melatih aplikasi sederhana.
- Naik ke dompet koin dan sarung ponsel setelah tusukanmu cukup rata.
Kalau kamu ingin hasil yang lebih halus pada kain yang berbeda, pelajari juga cara memilih kain untuk merajut pemula agar hasilnya rapi. Prinsipnya sama: kenali sifat kain sebelum mulai memotong.
Ringkasan
Kain flanel memberi ruang berlatih tanpa tekanan karena tepinya tidak bertiras dan bahannya mudah dibentuk. Mulai dari proyek kecil berukuran beberapa sentimeter, selesaikan satu per satu, dan simpan sisa potongan karena masih bisa dipakai untuk proyek berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kain flanel bisa dicuci?
Bisa, tapi cuci dengan tangan menggunakan air dingin dan sabun lembut. Hindari memeras terlalu kuat karena serat flanel bisa menggumpal. Keringkan dengan cara diangin-anginkan, jangan dijemur langsung di bawah matahari terik.
Berapa lembar flanel yang dibutuhkan untuk satu proyek pemula?
Untuk gantungan kunci atau bros, satu lembar ukuran 30 x 30 sentimeter sudah cukup, bahkan tersisa. Proyek seperti dompet koin atau sarung ponsel biasanya membutuhkan dua lembar dengan warna berbeda.
Apakah harus pakai mesin jahit?
Tidak. Semua proyek di daftar ini dirancang untuk jahit tangan. Mesin jahit memang mempercepat pekerjaan pada bagian lurus yang panjang, tetapi hasil jahit tangan justru lebih rapi pada bentuk kecil dan melengkung.
Tagged: DIY pemula jahit tangan kain flanel kerajinan tangan