Cara menjahit kain perca jadi taplak meja dimulai dari memilih kain dengan ketebalan serupa, memotongnya jadi potongan berukuran sama, lalu menyambungnya baris demi baris. Proyek ini cocok untuk pemula karena tidak butuh pola rumit dan hanya memakai jahitan lurus. Hasilnya bisa dipakai sendiri atau dijadikan hadiah.
Apa saja bahan dan alat yang perlu disiapkan
Siapkan kain perca minimal lima warna agar motifnya terlihat hidup. Katun adalah pilihan paling aman karena mudah dibentuk dan tidak melar saat dijahit. Jangan mencampur kain rajut dengan kain tenun dalam satu taplak karena keduanya meregang dengan cara berbeda.
- Kain perca katun, potong total sekitar 1 meter persegi
- Kain dasar atau kain alas berukuran 60 x 60 cm
- Mesin jahit atau jarum tangan ukuran sedang
- Benang serbaguna senada kain atau kontras
- Gunting kain, gunting benang, dan jarum pentul
- Penggaris quilting dan kapur kain
- Setrika dan papan setrika
Kalau belum punya mesin jahit, seluruh proyek bisa dikerjakan dengan tusuk tikam jejak. Waktu pengerjaannya memang lebih lama, tetapi hasilnya sama rapi.
Menentukan ukuran dan jumlah potongan kain
Tentukan dulu ukuran taplak yang diinginkan. Untuk meja makan kecil, 60 x 60 cm sudah cukup. Meja makan keluarga biasanya butuh 100 x 100 cm atau lebih.
Potongan kotak berukuran 12 x 12 cm memudahkan perhitungan. Dengan ukuran itu, taplak 60 x 60 cm memerlukan 25 kotak (lima baris, masing-masing lima kotak). Tambahkan kelonggaran jahitan 0,7 cm di setiap sisi saat memotong. Jadi ukuran potongnya sekitar 13,5 x 13,5 cm.
Gunakan penggaris dan kapur kain untuk menandai, lalu potong dengan gunting tajam. Potongan yang rapi memudahkan penyusunan motif dan mengurangi risiko kain bergeser saat dijahit.
Menyusun motif sebelum menjahit
Sebarkan semua potongan di lantai atau meja besar. Susun sampai warnanya terasa seimbang, lalu ubah posisi potongan yang terlalu berdempetan warnanya. Motif kotak-kotak acak paling mudah untuk pemula. Motif diagonal atau berlian menuntut susunan yang lebih terencana.
Setelah susunan pas, foto sebagai catatan. Cara ini membantu kamu mengembalikan urutan warna jika potongan tercecer di tengah proses.
Teknik menyambung potongan kain perca
Jahit potongan per baris terlebih dahulu, bukan seluruh taplak sekaligus. Sambung dua potong dengan sisi kanan (sisi bermotif) saling berhadapan, semat dengan jarum pentul, lalu jahit lurus dengan kelonggaran 0,7 cm. Buka jahitan, setrika, lanjutkan ke potongan berikutnya sampai satu baris selesai.
Setrika setiap jahitan baru selesai dibuka. Langkah ini terlihat sepele, tetapi membuat jahitan berikutnya jauh lebih rapi dan rata.
Setelah semua baris jadi, sambungkan baris satu dengan baris lainnya. Pertemukan garis jahitan antar baris agar sudut-sudutnya bertemu tepat. Semat di beberapa titik sebelum menjahit agar kain tidak bergeser.
Meratakan jahitan yang bertumpuk
Titik pertemuan empat kotak membuat kain menebal. Sebelum menjahit bagian ini, buka kelonggaran jahitan ke arah berlawanan agar ketebalannya berkurang. Tekan dengan setrika. Kalau mesin tetap tersendat, kecilkan sedikit panjang jahitan atau bantu tarikan kain dengan tangan.
Memasang kain alas dan menyelesaikan tepi
Setelah panel depan selesai, letakkan kain alas di bawahnya dengan sisi kanan berhadapan. Semat seluruh tepi, sisakan bukaan sekitar 10 cm untuk membalik. Jahit keliling dengan kelonggaran 1 cm, lalu potong sudut-sudutnya secara diagonal agar hasil balikan tidak menggembung.
Balik taplak melalui bukaan, tusuk sudut-sudutnya keluar dengan bantuan jarum tumpul, lalu setrika seluruh permukaan. Tutup bukaan dengan jahitan tangan tusuk sembunyi atau jahitan mesin rapat di sepanjang tepi.
Menambahkan lapisan perekat (opsional)
Kalau ingin taplak lebih kaku dan tidak mudah bergeser, selipkan kain perekat sebelum menutup bukaan. Setrika mengikuti petunjuk kemasan sampai lapisan menempel ke sisi dalam. Cara ini cocok untuk taplak yang sering dipindah-pindah.
Variasi motif untuk dipraktikkan
Setelah satu taplak selesai, kamu bisa mencoba variasi berikut tanpa mengubah teknik dasarnya:
- Motif garis: susun kotak berdasarkan satu gradasi warna dari terang ke gelap.
- Motif bintang atau bunga: gabungkan potongan segitiga menjadi satu blok, lalu kumpulkan beberapa blok.
- Motif asimetris: pakai satu kain aksen sebagai titik fokus, sisanya warna netral.
- Taplak meja panjang: tambahkan panel polos di kanan dan kiri panel perca.
Simpan sisa potongan kecil untuk proyek berikutnya. Potongan berukuran 5 cm masih bisa dipakai sebagai aplikasi pada sarung bantal atau tempat tisu.
Merawat taplak meja kain perca
Cuci taplak dengan tangan atau siklus lembut di mesin. Gunakan air dingin agar warna tidak cepat pudar. Hindari pemutih dan pengering mesin bersuhu tinggi karena dapat membuat kain menyusut dan jahitan tertarik.
Setrika dari sisi belakang dengan suhu sedang. Simpan taplak dalam keadaan terlipat rapi agar tidak berkerut saat dipakai kembali.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu taplak?
Untuk taplak 60 x 60 cm, pemula biasanya butuh tiga sampai lima jam termasuk memotong dan menyetrika. Menjahit dengan tangan memakan waktu dua kali lebih lama dibanding memakai mesin.
Bisakah kain perca dari jenis berbeda dicampur?
Bisa, selama ketebalannya mirip dan sama-sama tidak melar. Campuran katun dan linen aman. Hindari mencampur katun dengan kain rajut karena perbedaannya membuat jahitan bergelombang setelah dicuci.
Bagaimana kalau tidak punya mesin jahit?
Pakai tusuk tikam jejak dengan jarum tangan ukuran sedang dan benang kuat. Buat jahitan kecil dan rapat agar sambungan tidak mudah lepas. Setrika setiap selesai satu baris supaya hasilnya tetap rata.
Tagged: dekorasi rumah kain perca menjahit pemula patchwork taplak meja